Kamis, 31 Agustus 2017

4 Manfaat Pendekatakan Sistem dalam Pembelajaran

4 Manfaat Pendekatan Sistem dalam Pembelajaran

Pembelajaran merupakan proses komunikasi antara pendidik dengan peserta didik, dalam proses pembelajaran yang baik tentu diperlukan sebuah perencanaan yang matang. Salah satunya yaitu merencanakan sebuah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan sistem.

Sistem merupakan satu kesatuan yang utuh, dimana satu kesatuan yang utuh tersebut saling berhubungan satu sama lain. Artinya saling membutuhkan satu sama lain demi mencapai suatu tujuan. Misalnya manusia. Manusia suatu sistem, karena manusia memiliki komponen-komponen tertentu yang satu sama lain saling berkaitan. Dalam tubuh manusia, terdapat komponen seperti mata, hidung, mulut, tangan, kaki, telinga dan lain sebagainya. Mata berfungsi untuk meihat, hidung berfungsi untuk mencium, mulut berfungsi untuk berbicara, tangan berfungsi untuk meraba, dan lain sebagainya. Manakala hidung terasa sakit atau nyeri bukann hanya hidung yang terasa nyeri akan tetapi seluruh tubuh akan ikut sakit yang berarti akan berpengaruh terhadap sistem tubuh secara keseluruhan.

Jadi kalau demikian, sistem dapat diartikan sebagai satu kesatuan komponen yang satu sama lain saling berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu. Dari konsep tersebut, ada tiga ciri utama suatu sistem. Pertama, suatu sistem memiliki tujuan tertentu. Kedua, untuk mencapai tujuan suatu sistem memiliki fungsi masing-masing. Ketiga, untuk menggerakkan fungsi, suatu sistem harus ditunjang oleh berbagai komponen.

Manfaat pembelajaran dengan menggunakan pendekatakan sistem memiliki beberapa manfaat, diantaranya:

Pertama, melalui pendekatan sistem, arah dan tujuan pembelajaran dapat direncanakan dengan jelas. Mengajar adalah proses yang bertujuan. Mau dibawa kemana siswa? Apa yang harus mereka lakukan dalam proses pembelajaran? Semuanya tergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Melalui  tujuan itulah kita dapat menetapkan arah dan sasaran dengan pasti.

Dapat kita bayangkan apa yang akan terjadi, manakala dalam suatu proses pembelajaran tanpa adanya tujuan yang jelas. Tentu, proses pembelajaran tidak akan menjadi fokus, dalam arti pembelajaran akan menjadi tidak bermakna serta sulit menentukan efektivitas proses pembelajaran.

Kedua, pendekatan sistem menentukan guru pada kegiatan yang sistematis. Berpikir secara sistem adalah berpikir runtut, sehingga melalui langkah-langkah yang jelas dan pasti memungkinkan hasil yang diperoleh akan maksimal. Sebab melalui langkah yang sistematis kita dituntut untuk melakukan proses pembelajaran setahap demi setahap dari seluruh rangkaian kegiatan, sehingga kemungkinan kegagalan dapat diminimalisir. Dengan demikian, pendekatakan sistem juga dapat menghindari kegiatan-kegiatan yang tidak perlu untuk dilakukan.

Ketiga, pendekatan sistem dapat merancang pembelajaran dengan mengoptimalkan segala potensi dan sumber daya yang tersedia. Sistem dirancang agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara optimal. Oleh sebab itu, berpikir secara sistematis adalah berpikir bagaimana agar tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai oleh siswa. Demi ketercapaian tujuan pembelajaran dalam kerangka sistem itulah setiap guru berusaha memanfaatkan seluruh potensi yang relevan dan tersedia.

Keempat, pendekatan sistem dapat memberikan umpan balik. Melalui proses umpan balik dalam pendekatan sistem, dapat diketahui apakah tujuan itu telah berhasil dicapai atau belum. Hal ini sangat penting sebab mencapai tujuan merupakan tujuan utama dalam berpikir sistematis. Misalnya, manakala berdasarkan umpan balik diketahui tujuan tidak berhasil dicapai, komponen mana yang perlu diperbaiki, dan komponen mana yang perlu dipertanyakan? Apakah setiap komponen harus dilakukan penyesuaian atau hanya komponen tertentu saja? Bagaimana kadar perbaikan setiap komponen tersebut? Semua itu dapat diperoleh dari hasil kajian umpan balik.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon